Berkenalan dengan LVM
Bagi anda yang sudah lama berkenalan dengan linux tentunya tidak asing
lagi dengan yang namanya LVM (Logical Volume Management). Apa itu
Logical Volume Management (LVM) dan kenapa Operating System Linux
menggunakan filesystem tipe ini? Mari kita berkenalan dengan yang
namanya LVM.
Apa itu LVM
Logical Volume Management (LVM) adalah pilihan manajemen disk yang
hampir setiap distro Linux sertakan. Apakah anda perlu membuat media
penyimpanan dalam jumlah besar atau membuat partisi yang dinamis, LVM
mungkin akan menjadi solusi untuk anda. Logical Volume Manager
memungkinkan untuk membuat layer antara sistem operasi dan disk /partisi
yang digunakannya. Dalam manajemen disk tradisional sistem operasi anda
akan mencari disk apa yang tersedia (/dev /sda, /dev /sdb, dll) dan
kemudian melihat apa partisi yang tersedia pada disk (/dev/sda1,
/dev/sda2, dll ).
Dengan LVM, disk dan partisi dapat dibuat menjadi satu buah perangkat
disk yang terdiri dari beberapa disk dan atau partisi. OS tidak akan
tahu & tidak akan terpengaruh sama sekali karena LVM hanya
memberitahukan volume group (disk) dan logical volume (partisi) yang
telah kita buat. Karena volume group dan logical volumes tidak secara
fisik terhubung ke hard drive, akan mudah bagi kita untuk mengubah
ukuran partisi/disk secara dinamis dan menciptakan disk dan partisi
baru.
Selain itu, LVM dapat memberikan Anda fitur yang sistem file tradisional
tidak mampu melakukan. Sebagai contoh, ext3 tidak memiliki dukungan
untuk live snapshot, tetapi jika Anda menggunakan LVM Anda memiliki
kemampuan untuk mengambil snapshot dari logical volume Anda tanpa perlu
unmount disk.
Kapan kita menggunakan LVM
Jika anda menggunakan Linux di sebuah laptop dengan hanya satu buah disk
dan tidak berencana atau tidak bisa menambah kapasitas, maka anda tidak
perlu memilih LVM. Tapi jika di masa yang akan datang anda punya
rencana untuk menambah kapasitas harddisk tapi malas untuk menginstall
ulang OS, atau ingin menggabungkan beberapa disk yang anda miliki
menjadi satu partisi. Sudah saatnya anda menggunakan LVM.
Pada beberapa distro seperti fedora memilih LVM sebagai default
instalasi. Distro lain memberikan opsi menggunakan LVM namun tidak
menjadikan opsi default.
Penggunaannya
Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, LVM memungkinkan anda untuk:
- Memanaj disk dalam jumlah besar (banyak) yang memungkinkan anda menambah, mengganti, menyalin dan berbagi isi dari satu disk ke disk lainnya tanpa perlu mengganggu service yang sedang berjalan.
- Pada aplikasi di rumahan, daripada anda pusing memikirkan install ulang OS untuk mengganti disk karena kapasitas disk yang anda miliki sudah tidak mencukupi aktivitas anda sekarang dan kebutuhan OS di masa datang, LVM memberikan kemudahan untuk mengubah ukuran partisi sesuai kebutuhan.
- Membuat backup dengan fasilitas "snapshot"
- Membuat satu logical volumes dari beberapa volume fisik / partisi fisik atau satu disk penuh ( mirip dengan RAID 0 tetapi lebih mirip dengan JBOD, memungkinkan merubah ukuran secara dinamis.
Fitur
LVM dapat melakukan hal berikut:
- Merubah jumlah volume group secara online untuk menambah atau mengurangi jumlah fisik.
- Merubah logical volumes secara online dengan menambah atau mengurangi kapasitas.
- Menggabungkan keseluruhan atau sebagian dari logical volume lintas colume fisik mirip denganRAID 0.
- Membuat mirror keseluruhan atau sebagian dari logical columes mirip dengan RAID 1.
- Memindahkan logical volume antar volume fisik.
- Memisahkan atau menggabungkan volume group (selama tidak ada logical volume memberi jarak antar logical). Ini sangat berguna ketika memindahkan keseluruhan logical volume ke dan dari penyimpanan lain (offline).
LVM juga bisa bekerja pada media penyimpanan yang berbagi (model
cluster, dengan memanfaatkan drbd yang menghubungkan antar node). Selain
keseluruhan fitur dan kegunaan LVM diatas, ada keterbatasan LVM, yaitu
tidak bisa melakukan redudansi seperti halnya RAID 3 sampai 6.
Tipe Partisi LVM (Logical Volume Manager)
LVM adalah metode alokasi ruang penyimpanan pada media penyimpanan
yang lebih fleksibel dari partisi konvensional. LVM merupakan satu
bentuk lain dari penyimpanan virtualisasi.
Secara umum LVM memungkinkan kita untuk menggabungkan atau
mengkombinasikan beberapa partisi dan atau disk menjadi satu buah
Logical Volume yang lebih besar yang kemudian memungkinkan untuk diubah,
digabung dan atau dipindah dalam kondisi sedang digunakan. Artinya
tidak diperlukan downtime untuk menambah atau mengurangi kapasitas
penyimpanan. Hal ini bermanfaat karena tidak mengganggu proses
operasional yang sedang berjalan. Logical Volume Management (LVM) adalah
pilihan manajemen disk yang hampir ada pada setiap distro Linux.
Beberapa kemudahan dalam penggunaan LVM akan membantu kita para system
administrator dalam melakukan manajemen ruang & media penyimpanan.
Sebelum berkenalan lebih jauh dengan LVM, ada baiknya kita mengetahui
beberapa istilah yang digunakan dalam dunia LVM. Beberapa istilah yang
digunakan yaitu:
- Physical Volume (PV), yaitu media penyimpan secara fisik baik itu berupa partisi secara konvensional maupun disk, misal: hda1, hda3, hdc5, sda3 maupun RAID.
- Volume Group (VG), yaitu sebuah volume yang dibuat dari satu atau lebih PV dalam media penyimpan dan juga sebagai manajer bagi PV dan LV.
- Logical Volume (LV), yaitu partisi secara logical yang dibuat di atas VG dan pada LV inilah filesystem akan diletakkan.
- Physical Extents (PE), yaitu bagian-bagian atau potongan yang membentuk sebuah PV, dengan PE ini dapat ditentukan maksimal ukuran sebuah VG.
- Logical Extents (LE), yaitu bagian atau potongan yang membentuk LV, ukurannya sama dengan PE.
Sampai dengan saat ini versi terbaru dari LVM adalah versi 2. Sedikit
perbedaan antara LVM 1 & LVM 2 diantaranya adalah: LVM 2 - versi
terbaru dan terbaik untuk Linux LVM.
- LVM 2 hampir sepenuhnya kompatibel dengan volume yang dibuat dengan LVM 1. Pengecualian untuk ini adalah snapshot (Anda harus menghapus volume snapshot sebelum upgrade ke LVM 2)
- LVM 2 menggunakan device mapper kernel driver. Dukungan perangkat mapper dalam kernel 2.6 dan ada patch yang tersedia untuk kernel 2.4.
LVM 1 - Versi yang ada di kernel seri 2.4,
- LVM 1 adalah produk yang sudah matang dianggap stabil selama beberapa tahun. Driver kernel untuk LVM 1 masuk dalam seri kernel 2.4, tetapi ini tidak berarti bahwa kernel 2.4.x anda up to date dengan versi terbaru LVM. Anda dapat membaca README LVM untuk informasi terbaru tentang kernel mana yang saat ini ada di dalamnya.
Untuk mengecek apakah sistem yang kita miliki sudah support LVM atau
tidak, kita bisa melihat di daftar repositori LVM versi berapa yang
tersedia.
Cara Kerja
LVM membuat header metadata pada awal setiap PV, yang masing-masing
secara unik diidentifikasi oleh UUID (Universal Unique Identifier).
Setiap Header PV adalah salinan lengkap dari seluruh Layout VG ,
termasuk UUID dari semua PV lain, UUID dari semua LVs dan peta alokasi
PE ke LE. Metode ini menyederhanakan pemulihan data jika terjadi
hilangnya salah satu atau lebih PV.
Dalam Kernel Linux seri 2.6, LVM diimplementasikan dalam hal pemetaan
perangkat (Device Mapper), sebuah skema block-level sederhana untuk
menciptakan perangkat block-device virtual dan pemetaan isi perangkat
block-device ke perangkat blok lainnya.
Cara ini meminimalkan jumlah kode kernel yang relatif sulit untuk
di-debug yang diperlukan untuk mengimplementasikan LVM. Hal ini juga
memungkinkan I/O untuk mengarahkanservice yang kemudian untuk dibagikan
dengan manajer volume lainnya (seperti EVMS). Setiap kode LVM secara
spesifik didorong menjadi media penyimpanan, yang hanya memanipulasi
pemetaan dan merekonstruksi kondisi metadata mereka dari setiap
pemanggilan.
Cntoh Praktikum Penggunaan LVM
Persiapan
a. Tambahkan tiga buah virtual hard disk yang masing-masing berukuran 1 GB pada virtual machine ubuntu server anda.
a. Tambahkan tiga buah virtual hard disk yang masing-masing berukuran 1 GB pada virtual machine ubuntu server anda.
b. Install lvm pada ubuntu server anda dengan perintah sbb :
# apt-get install lvm2
1. Membuat sebuah physical volume (pv) dengan perintah pvcreate.
# pvcreate /dev/sdc
2. Membuat sebuah volume group (vg) dengan perintah vgcreate
# vgcreate vg /dev/sdc
3. Membuat sebuah logical volume (lv) dengan perintah lvcreate
# lvcreate -–size 500m vg
4. Format
(dengantipe ext2), dan mount lv /dev/vg/lvol0 untuk bisa digunakan
# mke2fs –m0 –j /dev/vg/lvol0
# mkdir /home/project1
# mount /dev/vg/lvol0 /home/project1/
# df –h | grepproj
Lab 6-2 : Extend sebuah LV
Catatan : file system fat dan ext2
tidak bisa diextend, jadi dalam praktikum berikut kita
menggunakan file system bertype ext3
1. Periksa
hard disk yang tersediadenganperintahfdisk –l
# fdisk –l | grepsd[bc]
2.
Partisi hardisk /dev/sdb anda dan pilih file sytem 83
dengan menggunakan perintah fdisk.
Periksa hasilnya.
# fdisk /dev/sdb
# fdisk –l | grepsd[bc]
3.
Gunakan partisi hardisk /dev/sdb1 dan sebagian partisi hardisk /dev/sdc (yang
masihbelum
diformat sebagai pv dan gabungkan menjadi sebuah vg
dengan nama vg2).
# pvcreate /dev/sdb1
# pvcreate /dev/sdc
# vgcreate vg2 /dev/sdb1 /dev/sdc
4.
Gunakan perintah pvdisplay untuk memastikan vg2 anda sudah terbentuk
# pvdisplay | grep –B1 vg2
5.
Gunakan perintahl vcreate untuk membuat sebuah lv dan buatlah partisi sebesar
200 mb.
# lvcreate –size 200m vg2
6.
Membuat direktori dan mount ke lv yang sudah anda buat.
Periksa hasilnya dengan perintah df.
# mkdir /home/resizetest
# mount /dev/vg2/lvol0 /home/resizetest/
# df –h | grepresizetest
7. Extend volume (tambahkansebesar 100 MB)
menggunakan perintah lvextend
# lvextend –L + 100 /dev/vg2/lvol0
# df –h | grepresizetest
# lvdisplay /dev/vg2/lvol0 | grep Size
df masih menampilkan data sebelum dilakukan lvextend
9.
Untuk menyelesaikan, gunakan perintah resize2fs
untuk menggunakan kapasitas lv secara
penuh
# resize2fs /dev/vg2/lvol0
10.
Periksa kembali dengan perintah df

























Tidak ada komentar:
Posting Komentar